Bermain Sambil Belajar, Merangsang Kreativitas Anak

Untuk mencipatakan suasana bermain dan belajar ni, dibutuhkan kreatifitas orangtua atau guru.  Dan ini, bukanlah hal yang mudah, mengingat anak juga memiliki sifat pembosan.  Untuk bermain, kita membutuhkan berbagai peralatan yang dapat dibuat dari apa saja. Seperti kain perca atau kain bekas, kayu bekas, kertas, atau bisa menggunakan alat tulis berwarna, seperti crayon, pensil warna, dan lainnya. “Kain perca dapat diinovasi menjadi berbagai macam, seperti boneka, bantal-bantalan, dan lainnya,” ujar Sekretaris dari Rite English School, Vincentia School yang ditemui saat acara perayaan 1 tahun Rite English School yang terletak di Jalan Amir Hamzah Medan 925/3) kemarin.

Sedangkan alat tulis berwarna, selain dapat mengajarkan anak tentang warna, juga dapat mengajarkan cara menulis, baik huruf maupun angka pada anak. “Warna sangat penting, terutama warna hidup atau ceria yang dapat menarik perhatian anak,” ungkap Vincentia. Warna ceria yang dimaksud seperti Hijau, merah, kuning, orange, biru langit, dan lainnya. Pengenalan warna-warna cerah bagi anak-anak sangat penting, karena dapat menambah daya ingat mereka. Sedangkan melukis, dapat mempertajam daya seni anak. “Melukis akan meningkatkan daya perhatian anak terhadap dunia seni, dan imajinasi anak,” ungkap Vincentia.

“Untuk memudahkan anak mengingat dalam bahasa Inggris, usahakan dalam menyebut berbagai perlengkapan tersebut dengan menggunakan bahasa Inggris. Jadi akan lebih mudah bagi anak mengingat. Satu lagi, jangan lupa ajak anak bergembira dengan menyanyi atau menari,” tambah Vincentia.

Bernyanyi dan menari juga sangat digemari oleh anak-anak, tetapi terkadang orangtua atau guru kehabisan ide, sehingga mengulang lagu yang sama. “Kalau begitu kejadiannya, cukup ganti lagu, dengan irama yang sama, sehingga lagu baru terus tercipta,” tambah Vincentia.

Tekhnik lain, untuk menciptakan suasana bermain saat belajar juga dapat dilakukan saat anak bermain saat anak bermain dengan menggunakan alat. “Misalnya, saat anak bermain perosotan atau ayunan, anak bisa didampingi dengan mengucapkan berbagai kata dari bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya,” ungkap Vincentia. Tekhnik ini cukup berhasil, mengingat anak suka berkomunikasi saat bermain.

Saat bermain, terkadang orangtua mengalami badmood atau perasaan yang kurang enak, dan untuk mengatasi hal ini, usahakan orangtua untuk mendengar musik yang disenangi, atau mendengar musik yang ceria. “Bisa juga mengambil waktu rehat sebentar, ini untuk memudahkan orangtua menyikapi sifat anak,” tambah  Vincentia lagi.

Tehknik bermain dan belajar ini merupakan tekhnik yang diterapkan di Rite English School yang berasal dari Singapura yang merupakan sekolah kursus bahasa Inggris, Mandarin, dan Melukis. Tehnik belajar dan mengajar dalam kursus ini mengutamakan praktek dan teori sekaligus. Selain itu, disekolah ini juga meningkatkan kemandirian anak. “Salah satu cara untuk meningkatkan kemandirian anak, kita menyediakan toilet dengan ukuran anak sesuai dengan tinggi anak, sehingga memudahkan mereka untuk menggunakan toilet,” ujar Vincentia. (ram)

Tagged:

Berita terkait:

FEATURE