Tabrak Baliho Bupati Langkat, Budiono Libatkan Camat Binjai

LANGKAT- Wakil Bupati Langkat, Budiono yang dilaporkan Ketua PK Partai Golkar (PG) Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, karena dituding sengaja menabrak baliho bergambar Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu, tidak tinggal diam. Dia pun menyebutkan nama Camat Binjai Satiman sebagai dalang penutupan baliho miliknya. Menurut Budiono, Camat Binjai sengaja melaga dirinya dengan Bupati Langkat, H Ngogesa Sitepu.

“Lihat di TKP, baliho saya ditutup sama baliho Ngogesa. Itu semua perintah Camat Binjai Satiman, yang sengaja melaga Ngogesa dengan saya. Buktinya, baliho itu baru dipasang pukul 1.30 WIB dini hari,” tegas Budiono, kemarin.

Menurut Budiono, dia mengatahui Satiman sebagai orang yang memerintahkan pemasangan baliho Ngogesa dari para pekerja. “Makanya dua pekerja pemasang baleho itu saya bawa ke Polres Binjai, agar mereka menjelaskan kepada penyidik,” ungkapnya.

Dia juga menyatakan heran dengan para pekerja yang hendak memasang baleho tersebut “Bayangkan saja, ngapain mereka menutupi baleho saya. Kan bisa diletakkan di samping baleho saya.

Berati kan sudah jelas, mereka sengaja ingin melaga saya dengan bupati,” cetusnya.

Soal pemanggilan dirinya oleh penyidik Polres Binjai, Budiono mengatakan siap untuk memenuhi panggilan tersebut.“ Silahkan mereka melapor, saya siap untuk diperiksa, saya juga punya tim pembela. Dan yang perlu diingat, saat kejadian tersebut banyak dilihat warga,” harapnya.

“Ngogesa itu bupati dan saya wakilnya, dan kami sudah lama bersahabat sejak masih SMA. Jadi jangan di laga seperti ini,” tambahnya.

Satiman saat dikonfirmasi via seluler langsung menepis tudingan itu. “Mana ada saya memerintahkan pemasangan baleho. Lagian, apa urusannya sama saya. Yang memerintahkan pastinya Ketua PK PG Golkar Kecamatan Binjai,” bantah Satiman.

Satiman juga menuding, dalam persoalan ini Budiono yang melakukan pelanggaran terlebih dulu. “Coba tanya sama KPU, dibenarkan nggak masang baleho di depan rumah dinas seperti itu. Kan ada aturan mainnya untuk pemasangan baleho,” terangnya.

Ketika dipertegas pemasangan baleho atas perintah pimpinan, Satiman cepat-cepat membantah pertanyaan tersebut.

“Kami ini netral. Jadi dalam persoalan ini kami tidak bisa menahan pemberitaan. Tapi tolong buat sesuai fakta dan sebaik mungkin,” harapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Revi Nurvelani mengaku, pihaknya segera melakukan pemanggilan terhadap Budiono.

“Iya, dalam waktu dekat ini kita akan melakukan pemanggilan terhadap Wakil Bupati Langkat itu. Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan korban,” ujar Revi di ruang kerjanya.

Ditanya kapan kepastian pemanggilan wakil Ngogesa Sitepu itu, Revi belum bisa memastikan hal tersebut. “Yang jelas, kita lakukan dulu gelar perkara Rabu mendatang. Setelah itu baru kita tentukan jadwal pemanggilan bersangkutan,” ucapnya.

Sekedar mengingatkan, kejadian ini berawal dari pemasangan baliho milik Bupati Langkat yang dilakukan lima orang pekerja. Pemasangan baliho tersebut ditujukan kepada Butapi Langkat yang direncanakan menghadiri bulan bakti gotong royong se-Kabupaten Langkat, tepatnya di lapangan bola kaki Kecamatan Binjai.

Dan kegiatan tersebut direncanakan berlangsung 15 Mei 2013 mendatang.

Ketika baliho berukuran 4×3 itu selesai dipasang, para pekerja dihampiri sebuah mobil Ford Everest warna hitam dari arah Kota Stabat menuju Kota Binjai. Ternyata, yang berada di dalam mobil Wakil Bupati Langkat Budiono. Selanjutnya, terjadi tegang urat di lokasi kejadian dan Budiono naik pitam hingga menabrakan mobilnya ke baliho Ngogesa hingga nyaris ambruk.

“Sudahlah, ngapailah diperlebar lagi permasalahannya. Kalau sudah seperti itu, ya sudah cukup untuk diketahui saja tidak perlu dibahas sampai jauh,” kata Ngogesa ditemui SumutPos di rumah dinasnya.

Ngogesa akui akan bersikap arif menelaah kondisi tersebut. Setidaknya hingga saat ini Budiono masih merupakan wakilnya di pemerintahan.

“Jadi begitu saja ya. Kita membuka pintu maaf untuk situasi sudah berlalu. Nah, kalau PNS jajaran Pemkab Langkat harus tetap kedepankan pelayanan terhadap masyarakat, jangan mau terpecah-pecah dalam satu kelompok atau golongan untuk urusan dukung mendukung ini dan biarkanlah semuanya berjalan dengan semestinya, alamiah saja,” pungkasnya. (ndi/jie)

Berita terkait:

FEATURE